Jumat, 29 November 2019

Mengenal Anak Indie Pada Generasi Millenial


Mengenal Anak Indie Pada Generasi Millenial



Siapa sih anak indie? 
Tahukah anda siapa anak indie yang sebenarnya?

pada umumnya dikalangan millenial sekarang, mereka mengenal sebutan indie adalah para penikmat kopi dan senja. Yang menarik dari sebutan anak "indie" yaitu, label tersebut tidak datang dari subyeknya sendiri. Melainkan kata tersebut diberikan orang kepada satu golongan tertentu, tern kata "indie" semakin menjadi dari hari ke hari. Entah mereka penikmat kopi dan pemuja senja atau bukan, pada dasarnya kata "indie" bisa memuat berbagai makna yang saling keterkaitan satu sama lain. Namun di sini saya hanya membahas dua makna dari kata "indie".

  1. Indie Hipster
          Sebuah subkultur yang biasanya berada di wilayah kota-kota. Ini adalah sebutan untuk mereka yang             memiliki taste musik, seni dan busana khas indienya, pergerakan, serta jiwa-jiwa intelektual yang                   berada pada suatu lingkungan yang maenstream. 
          Ciri-ciri fashion mereka antara lain: totebage, kaos artsy, sneakers yang kekinian, dan seterusnya                   mereka memperlihatkan ke waw an mereka melalui penampilannya. Mereka bisa diidentifikasikan di             tongkrongan-tongkrongan temannya sendiri, mempunyai rutinitas dan kesibukan-kesibukan yang                   terkadang out-of-the-book, bisa juga mempunyai kegiatan kolektif seni dan proyeksi negativnya,                   terkesan "mengalienasi diri" dari yang bukan golongannya.

    2.   Indie Pemuja Senja
Kali ini adalah sebutan "indie" yang sudah sangat populer, benar mereka adalah para penikmat kopi dan pemuja senja. lalu kapan sholat maghribnya? hahaha...
Pemuja senja, penyeruput kopi, penguntai kata dan pecinta hujan, benar. Itu semua adalah tentang mereka anak "indie". Mereka adalah anak yang "dibilang" menyukai beragam musik indie yang telaha populer entah apa itu musik mereka, bisa dibilang yang mempunyai genre folk, macam Payung Teduh, Fourtwnty, Starts & Rabbit, Dialog Dini Hari, dan Fiersa Besari tentunya. Ciri lain yang dituduhkan anak indie adalah: mencintai puisi dan sajak, quote-quote romantis tentang cinta remaja, dan mencintai 3 kata kunci: kopi, senja dan hujan.
Mungkin cukup itu yang bisa saya ulas sedikit pehamanan mengenai anak "indie", masih banyak berbagai ulasan terkait anak "indie" dan berbagai pemahaman yang lainnya. Beberapa orang (mungkin banyak) lainnya mencoba mengartikan dan "membumikan kembali" esensi kata "indie"  itu sendiri. "Independen". Berdiri sendiri, mandiri dan DIY (Do-It-Yourself). Dalam hal ini scopenya bisa sangat luas. Saudara-saudara yang bergerak dengan konsep kemandirian seperti underground jelas termasuk di dalamnya mungkin bisa dibilang sebagai pionirnya bahkan sebelum kata "indie" jadi populer. Ini baru musik saja, kita juga bisa melihatnya dari perspektif pegiat literasi, diskusi, atau gerakan lain yang memakai prinsip DIY itu tadi.
Jadi, sudahkah anda indie hari ini? wkwkwk.... 
Add caption


  


1 komentar:

Tradisi Sekaten Dalam Budaya Masyarakat Surakarta

Tradisi Sekaten Dalam Budaya Masyarakat Surakarta A. Sejarah Tradisi Sekaten Dalam Budaya Masyarakat Surakarta             Indon...